Dalam dunia politik tidak sedikit orang minta jabatan, mencari
bahkan membeli dan mencuri jabatan. Mengapa? Sebab di balik jabatan itu
ada kekuasaan yang membuat seseorang dihormati dan disegani, ada
kekayaan yang membuat seseorang bisa menjadi jutawan dan millioner, ada
nama besar yang membuat seseorang selalu disebut "yang terhormat atau
yang mulia", ada kedudukan yang membuat seseorang selalu berada di
tempat terdepan, ada privilese-privilese yang membuatnya menjadi tamu
VVIP, dll.
Tergiur oleh hal-hal inilah maka ibu anak-anak
Zebedeus datang kepada Yesus dan meminta jabatan untuk kedua anaknya,
karena dia berpikir Kerajaan yang dibentuk Yesus adalah Kerajaan
duniawi. Ibu ini memanfaatkan kedekatan hubungannya dengan Yesus dan
memintanya. Dia tidak mendengar akan apa yang dikatakan Yesus sebelumnya
bahwa Anak Manusia akan ditangkap, diserahkan oleh tua-tua kepada orang
asing, supaya Ia didera, dianiaya dan dihukum mati.
Ibu ini
juga tidak tahu bahwa yang berhak memberi tempat duduk di kiri kanan
(jabatan) adalah hak Bapa. Ibu anak-anak Zebedeus ini hanyalah bermimpi
tentang kekuasaan duniawi. Ketika Yesus menantang mereka, mereka pun
berani menjawab Yesus: kami sanggup. Pada kesempatan itulah Yesus
menjelaskan kepada mereka bahwa yang dilakukan-Nya bukan mencari jabatan
tetapi melayani. "Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin
menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan
barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi
hambamu; sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani,
melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan
bagi banyak orang." (Mat 20:26-28) Yesus datang untuk melayani dan Ia
akan menjadi tebusan bagi dosa banyak orang. Semua kebenaran ini baru
terungkap sesudah peristiwa salib dan kebangkitan-Nya.
Yeremia
pada mulanya tidak mau menerima tugas menjadi nabi karena ia merasa diri
masih muda dan juga tahu betapa beratnya tugas itu. Nabi bukan jabatan
yang menggiurkan karena uang, kuasa dan nama besar tetapi tugas yang
bisa mendatangkan cercaan, ejekan, olokan bahkan kematian. Nabi bertugas
meluruskan yang bengkok, mengingatkan manusia tentang kesalahan dan
dosanya, nabi memperbaiki moralitas hidup manusia, nabi mengeritik cara
hidup yang salah. Tugas ini membuat orang tersinggung, marah dan benci.
Kebencian dan kemarahan inilah yang dihadapi Yeremia sehingga umat
Israel membuat konspirasi untuk menghancurkan kariernya sebagai nabi
(Yer 18:18-20).
Meski banyak resiko negatip yang dihadapi seorang
nabi, namun tugas kenabian ini penting dan inilah yang diminta Tuhan
agar kita jangan pernah berhenti mengatakan yang benar, yang baik sesuai
kehendak Tuhan dalam semangat kejujuran dan keadilan serta kerendahan
hati. Apa yang kita kerjakan dalam tugas kenabian ini, semata-mata
adalah pelayanan. Akan tetapi sesungguhnya sebesar apa pun jabatan yang
kita terima dalam dunia ini, baik duniawi maupun rohani, dalam kaca mata
Kristus, itulah adalah pelayan. Maka semua pejabat, entah itu duniawi
maupun yang rohani, hendaknya selalu mau melayani, bukan dilayani…!
Written by RD. Laurensius Sopang

